Friday, 27 November 2015

Kurban Pengganti

Kurban Pengganti

Yesaya 53
- Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya. (Yesaya 53:4)
Anda gemar menonton film laga? Jika ya, Anda pasti tahu, tidak semua adegan dilakukan oleh aktor atau aktris pemeran utama. Untuk adegan berbahaya, peran mereka dijalani oleh pemeran pengganti. Hal ini dilakukan agar pemeran utama terhindar dari risiko buruk yang mungkin terjadi akibat kecelakaan saat pengambilan gambar. Bayangkan, betapa berbahaya pekerjaan sebagai pemeran pengganti. Bisa dikatakan, seorang pemeran pengganti harus rela menjadi kurban pengganti.

Kita mungkin bukan pemeran utama film laga. Kita tidak perlu pemeran pengganti. Tapi izinkan saya menyampaikan satu hal untuk Andasekalipun kurang enak didengar. Anda dan saya orang berdosa. Kita pantas menerima hukuman. Hukumannya tidak main-main. Hukuman atas dosa adalah maut (Rm. 6:23). Jika kelak tiba waktunya, kita menghadap takhta pengadilan Allah. Sanggupkah kita menerima hukuman? Amal ibadah kita tidak akan pernah cukup untuk meluputkan kita dari hukuman. Bukankah sungguh melegakan jika ada pemeran pengganti yang rela berkurban menggantikan kita? Tetapi, di mana kita bisa mendapatkan orang yang rela menjadi kurban pengganti kita? 

Syukur pada Tuhan! Tidak ada yang mustahil bagi Dia. Begitu besar kasih-Nya atas kita sehingga Dia merelakan anak-Nya. Yesus Kristus telah mati, menjadi kurban pengganti kita. Semua dilakukan-Nya, supaya kita tidak binasa. Yesus Kristus rela menjadi kurban menggantikan kita sekalipun kita bukan siapa-siapa. Dia melakukannya karena kasih-Nya yang begitu besar kepada manusia.—BLT

Related Posts

Kurban Pengganti
4 / 5
Oleh

Mau Berlangganan Renungan Mingguan tiap Minggunya?

Ketik Email Anda Yang Aktif Disini